Uncategorized

Atasi Nyeri Menstruasi dengan Obat Nyeri Otot Ini

Wajar bagi seorang wanita untuk merasakan pegal-pegal ketika menstruasi. Sering kali, pegal tersebut berubah menjadi nyeri otot yang tidak tertahankan. Kalau kamu sedang nyeri menstruasi, maka kamu perlu membaca artikel tentang obat nyeri otot ini.

Nyeri Otot Saat Menstruasi

Nyeri otot saat menstruasi biasanya tidak hanya terjadi di satu titik. Kamu bisa merasa nyeri di perut, punggung, pinggang, paha, bahu, dan leher.

Waktu terjadinya nyeri otot pun bisa berbeda-beda pada setiap perempuan. Ada perempuan yang merasa nyeri otot di hari pertama menstruasi. Namun, ada pula yang sudah merasakannya sebelum menstruasi.

Rasa sakit yang dialami remaja ketika menstruasi umumnya lebih parah daripada perempuan dewasa. Sebab semakin dewasa, apalagi setelah memiliki anak, nyeri menstruasi semakin jauh berkurang.

Penyebab Nyeri Otot Saat Menstruasi

Ketika kamu menstruasi, otot dinding rahim mengencang lebih kuat dari biasanya. Konstraksi yang dilakukan dinding rahim kemudian menekan pembuluh darah yang melapisi rahim. Hal itu mengakibatkan suplai darah dan oksigen ke rahim yang harusnya lancar jadi terpotong sementara. Kalau tidak ada oksigen, jaringan di rahim akan melepaskan bahan kimia yang bisa menyebabkan rasa sakit.

Selama menstruasi, bahan kimia lain yang bisa memicu rasa sakit juga diproduksi. Namanya prostaglandin. Hormon prostaglandin akan mendorong otot rahim untuk berkonstraksi lebih kencang. Semakin kencang konstraksi yang terjadi, semakin sakit nyeri yang kamu alami. Bahkan untuk beberapa wanita, hormon prostaglandin juga bisa menyebabkan rasa mual.

Obat Nyeri Otot Saat Menstruasi

Ada beberapa pilihan cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi nyeri saat menstruasi. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat nyeri otot dan sendi.

Obat nyeri otot yang dapat kamu gunakan bisa berupa obat pereda nyeri, misalnya ibuprofen. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat nyeri otot di apotik berupa salep pereda nyeri otot dan sendi. Salep yang mengandung analgesik itu bisa kamu oleskan ke tempat yang terasa nyeri.

Selain minum obat dan mengoleskan salep anti nyeri, kamu juga bisa menggunakan heating pad. Heating pad adalah bantalan hangat yang bisa meredakan nyeri otot. Heating pad saat ini tersedia di minimarket dan supermarket, tetapi jika kamu tidak punya, kamu bisa menggunakan botol berisi air panas untuk meredakan nyeri.

Cara mengatasi nyeri otot tidak berhenti sampai di situ saja. Ini cara lain yang bisa kamu lakukan untuk meredakan nyeri otot:

  1. Tidak melakukan aktivitas berlebihan

Supaya nyeri otot yang kamu alami tidak bertambah parah, sebaiknya kamu tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Tunggu sampai nyeri otot benar-benar hilang sebelum kamu melakukan aktivitas berat.

  1. Istirahat

Bagian tubuh mana yang terasa sakit? Jika otot pahamu terasa nyeri ketika menstruasi, beristirahatlah. Sebaiknya kamu tidak banyak berjalan.

Jika otot punggungmu yang terasa nyeri, sebaiknya kamu tidak berdiri atau duduk terlalu lama. Kalau pekerjaanmu mengharuskan kamu berdiri atau duduk dalam waktu yang lama, jangan lupa istirahat di sela-sela waktu kerja.

  1. Rileksasi

Rileksasi seperti yoga dan meditasi juga bisa jadi pilihan yang bagus untuk meredakan nyeri otot. Yoga dan meditasi akan melepaskan ketegangan tubuhmu sehingga rasa sakit akan berkurang.Itulah dia berbagai obat nyeri otot yang bisa kamu pilih ketika menstruasi. Mulai saat ini, kamu tidak akan perlu bingung lagi ketika merasakan nyeri otot saat haid. Sebab, kamu sudah tahu obatnya.

Uncategorized

Tanda Gagal Jantung PPCM yang Dialami Ibu Hamil

Ibu hamil maupun ibu yang telah melahirkan sangat rentan dengan berbagai penyakit seperti PPCM. PPCM adalah jenis penyakit yang menyerang jantung ibu. Meskipun penyakit PPCM tergolong jarang terjadi, namun penyakit ini masih menjadi momok bagi kaum ibu.

Oleh karena itu, jika kamu berencana untuk hamil atau sedang hamil alangkah baik kamu mengenal apa itu PPCM dan bagaimana cara mengatasi PPCM. Simak tulisan di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai PPCM.

Apa itu PPCM?

PPCM atau Peripartum Cardiomyophaty adalah salah satu jenis tanda gagal jantung yang sangat jarang terjadi atau langka. Umumnya penyakit ini terjadi pada Ibu hamil atau yang telah melahirkan. Gagal jantung jenis ini menyerang di bulan terakhir kehamilan atau 5 bulan setelah melahirkan.

PPCM merupakan bentuk kardiomiopati dilatasi yang tidak jelas penyebab pelemahan jantung. Ruang pada jantung mengalami pembesaran dan otot jantung melemah sehingga aktivitas ini mempengaruhi jumlah aliran darah yang terpompa. Aliran darah yang disumbang dari ventrikel kiri jantung setiap kontraksi terjadi penurunan yang kemudian kebutuhan oksigen dalam tubuh tidak tercukupi.

Jika kebutuhan oksigen tersebut tidak tercapai dengan baik maka akan terjadi berbagai risiko pada  organ-organ tubuh seperti liver, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya. Menurut riset, berikut adalah daftar risiko penyebab peripartum cardiomyopathy:

·         Obesitas

·         Malnutrisi

·         Konsumsi alcohol

·         Kehamilan multiple

·         Merokok

·         Penggunaan obat-obatan

·         Peradangan otot jantung

·         Hamil di usia 30 tahun dan ke atas

·         Gangguan hormonal

·         Penderita diabetes

·         Penderita penyakit autoimun

Kehamilan dengan peripartum cardiomyopathy

Wanita hamil berusia 30 tahun ke atas akan mengalami risiko paling besar terkena PPCM daripada wanita berusia di bawah 30 tahun. Kondisi ini juga dikarenakan pengalaman persalinan yang telah dilalui sebanyak tiga kali maupun melahirkan bayi kembar.

Meskipun sulit dideteksi, PPCM biasa menunjukkan gejala saat memasuki minggu pertama setelah persalinan. Selain itu, penyakit gagal jantung ini juga biasa terjadi pada ibu hamil yang sedang melakukan terapi tokolitik yang termasuk dari bagian terapi persalinan premature.

Gejala peripartum cardiomyopathy

Kamu jangan terlalu panik, penyakit tersebut bisa diatasi jika kamu memahami gejala-gejala PPCM. Lantas apa saja gejala peripartum cardiomyopathy? Berikut adalah penjelasannya.

·         Jantung berdebar kencang tidak seperti biasa

·         Detak jantung tidak teratur

·         Kelelahan yang teramat

·         Sesak napas saat berbaring maupun berkegiatan

·         Pergelangan kaki mengalami pembengkakan

·         Mengalami peningkatan buang air kecil saat malam hari

·         Nyeri dada

·         Vena leher mengalami pembengkakan

·         Tekanan darah rendah

Selain itu, menurut New York Heart Association, terdapat beberapa tingkat keparahan gejala PPCM, yaitu:

·         Kelas I – Tidak menunjukkan gejala apapun

·         Kelas II – Gejala ringan saat melakukan aktivitas berat

·         Kelas III – Gejala muncul saat melakukan kegiatan ringan

·         Kelas IV – Gejala muncul saat ibu sedang beristirahat

Untuk mengerti penanganan PPCM lebih lanjut, kamu bisa memeriksakan diri kepada dokter agar diberikan solusi terbaik.

cara menghilangkan milia
Uncategorized

Inilah Deretan Cara Menghilangkan Millia

Kata Millia masih terdengar asing bagi banyak orang, padahal penyakit ini bisa menimpa siapapun seperti bayi yang baru lahir maupun orang dewasa. Millia tampak seperti beruntusan berwarna putih yang muncul di permukaan kulit wajah.

Namun, kamu tidak perlu khawatir apabila terkena millia karena penyakit ini tidak membahayakan. Nah, bagaimana cara menghilangkan millia? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Mengenal penyakit millia

Millia adalah penyakit berbentuk benjolan kecil atau bintik-bintik berwarna putih yang muncul secara berkelompok di permukaan kulit wajah, seperti di sekitar mata, pipi, dagu, dan hidung.

Miliia terjadi akibat adanya kelenjar keringat dalam kulit yang menjerat keratin. Umumnya terjadi pada kulit bayi yang baru lahir sekitar sebulan maupun kulit orang-orang yang terpengaruhi oleh paparan sinar UV. Penyakit ini akan hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.

Faktor-faktor penyebab millia

Setelah kamu mengenal apa itu millia, ada beberapa hal yang kamu perlu ketahui penyebab terjadinya millia sebelum menerapkan cara menghilangkan millia, yaitu:

  •  Sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit
  •  Kelenjar keringat belum berkembang sepenuhnya
  •  Hormon dari ibu
  •  Lepuhan pada kulit
  •  Kulit lecet
  •  Luka bakar pada kulit
  •  Penggunaan krim steroid terlalu lama
  •  Kerusakan kulit karena paparan sinar UV

Ciri-ciri millia

Ada beberapa ciri milia yang mudah kamu temui sebagai berikut:

  • Bintik-bintik kecil berwarna putih
  • Biasa berada di permukaan wajah
  • Benjolan muncul di dagu, pipi, dan hidung
  • Benjolan putih juga bisa muncul di gusi atau langit-langit mulut

Apakah millia berbahaya?

Penyakit yang terdengar asing ini mungkin membuatmu bertanya-tanya, apakah millia berbahaya? Jawabannya adalah tidak. Oleh karena itu, kamu tidak perlu khawatir jika kamu mengalami benjolan atau bintik-bintik putih yang muncul pada permukaan kulitmu. Penyakit ini bisa hilang sendiri tanpa menggunakan obat-obatan maupun diperiksakan ke dokter.

Namun, jika kamu khawatir dengan kondisi tersebut yang terus menerus muncul dan memberikan efek lainnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Cara menghilangkan millia

Jika kamu risih dengan benjolan atau bintik-bintik yang kerap muncul di kulitmu, kamu bisa mempraktekkan beberapa solusi untuk menghilangkan millia. Berikut adalah sejumlah cara menghilangkan millia:

1. Melakukan facial dengan dokter kulit

Facial wajah biasa dikenal sebagai salah satu perawatan kecantikan, namun siapa sangka jika facial wajah juga bisa menjadi solusi kamu untuk menghilangkan millia. Lakukan facial wajah di klinik kecantikan yang menyediakan dokter maupun terapis bersertifikasi agar lebih aman.

2. Jangan menyentuh benjolan

Seperti jerawat, benjolan millia juga tidak boleh disentuh. Hal ini diakibatkan karena dapat memunculkan benjolan-benjolan baru di permukaan kulit dan membuat bekas benjolan tersebut tidak hilang. Oleh karena itu, jangan sampai kamu menyentuh benjolan tersebut.

3. Gunakan krim retinoid

Krim retinoid merupakan krim obat yang mengandung vitamin A bertujuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan merawat kecantikan. Menggunakan krim tersebut merupakan salah satu cara menghilangkan millia. Cara kerja krim ini adalah mengelupaskan sel-sel kulit mati yang menumpuk sehingga membantu mencegah terjadinya sumbatan keratin di bawah permukaan kulit.

4. Rutin cuci muka

Kamu juga bisa melakukan perawatan mandiri agar millia bisa hilang. Dengan cara merutinkan membersihkan wajah dengan sabun muka dan menggunakan skincare yang sesuai dengan jenis kulit. Rutin cuci muka bisa membersihkan kulit wajah dari debu dan kotoran yang memicu munculnya millia.

5. Menggunakan sunscreen

Sunscreen sangat penting bagi kamu yang sering melakukan aktivitas di luar rumah. Selain melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, sunscreen juga bisa mencegah timbulnya millia. Tentunya sangat tidak nyaman jika millia muncul saat kamu beraktivitas di luar rumah dan bertemu dengan banyak orang.

Meski penyakit ini tidak berbahaya, namun bagi sebagian orang millia menimbulkan masalah estetika. Oleh karena itu sayangi wajahmu dengan melakukan perawatan rutin agar millia maupun jenis penyakit kulit lainnya tidak merusak kulit indahmu.

Dari penjelasan di atas kamu telah memahami cara menghilangkan millia, bukan? Kamu bisa terapkan berbagai cara menghilangkan millia baik di rumah maupun di klinik kecantikan.