Indikasi Obat

Catat, Ini Pentingnya Obat Cacing untuk Ibu Hamil

Selama ini, kamu mungkin mengira cacingan adalah penyakit yang hanya diderita oleh anak-anak. Padahal, orang dewasa juga bisa mengalaminya. Termasuk juga ibu hamil. Tidak boleh disepelekan, inilah 5 manfaat obat cacing untuk ibu hamil yang harus diperhatikan.

Cacingan pada Ibu Hamil

Nama lain cacingan adalah helminthiasis. Penyakit ini terjadi karena infeksi cacing ke tubuh manusia. Cacing itu sendiri ada 3 jenis, yaitu:

  • Nematoda, yaitu cacing gelang. Contohnya Strongyloides stercoralis, Trichuris trichiura, N americanus, Onchocerca volvulus, dan Loa loa.
  • Trematoda, yaitu cacing pipih. Misalnya Opisthorchis, Schistosoma, dan Clonorchis.
  • Cestoda, yaitu cacing pita. Salah satunya adalah Taenia solium.

Cacing yang berkembang di tubuh membuat ibu hamil menderita anemia dan malnutrisi. Kedua masalah kesehatan itu membuat ibu merasakan mual, muntah, pusing, sakit perut, lemas, hilang nafsu makan, dan diare.

Beberapa ibu hamil lebih rentan terkena cacingan dibanding ibu lainnya. Jika kamu memenuhi kriteria berikut ini, kamu patut waspada karena peluang terkena cacingan lebih besar.

  • Tinggal di lingkungan yang memiliki angka kemiskinan dan malnutrisi tinggi serta angka partisipasi pendidikan rendah.
  • Senang mengonsumsi daging, ayam, ikan, atau telur tidak matang atau setengah matang.
  • Sering melakukan aktivitas yang berhubungan dengan tanah.
  • Memelihara hewan ternak.

Apa Pentingnya Obat Cacing untuk Ibu Hamil?

Ibu hamil yang minum obat cacing akan memperoleh banyak manfaat, yaitu:

  1. Mengurangi risiko keguguran dan kematian bayi

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Survei Demografi dan Kesehatan menunjukkan bahwa obat cacing bermanfaat bagi ibu hamil. Menurut penelitian itu, risiko kematian bayi dalam empat minggu pertama setelah lahir turun sebanyak 14% pada ibu yang minum obat cacing.

Selain memperbesar risiko kematian bayi baru lahir, cacingan pada ibu hamil juga bisa menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur. Hal tersebut membuat obat cacing untuk ibu hamil sangat penting untuk diminum.

  1. Menghindari risiko kurang gizi pada bayi baru lahir

Kondisi bayi baru lahir banyak dipengaruhi oleh kesehatan ibu di masa kehamilan. Jika ibu cacingan saat hamil, ada peluang besar penyakit tersebut akan mempengaruhi gizi bayi ketika lahir.

Bayi bisa saja lahir dengan berat badan rendah. Namun jika ibu hamil minum obat cacing, kemungkinan berat badan lahir rendah akan turun sebesar 11%. Persentase itu berlaku pada cacingan yang ditularkan melalui tanah, menurut penelitian dari Survei Demografi dan Kesehatan.

  1. Mengganggu tumbuh kembang anak

Lebih buruk lagi, cacingan pada ibu hamil bisa menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan anak terganggu. Keterampilan motorik anak yang lahir dari ibu cacingan lebih buruk, begitu pula dengan kemampuan kognitifnya.

Selain itu, ibu hamil yang menderita cacingan bisa menularkannya pada bayi. Akibatnya, anak akan menderita cacingan dan jadi lebih sering sakit.

Cara Menghindari Cacingan untuk Ibu Hamil

Lantas, apa yang bisa ibu hamil lakukan agar tidak kena cacingan? Ini beberapa di antaranya:

  • Minum obat cacing sebelum hamil atau setelah trimester pertama selesai. Konsumsi obat cacing untuk ibu hamil muda tidak disarankan.
  • Mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir setelah beraktivitas.
  • Menghindari makan makanan mentah dan setengah matang, terutama ayam, daging, telur, atau ikan.
  • Mencuci sayur dan buah sebelum mengonsumsinya.
  • Menghindari kontak langsung dengan hewan ternak.
  • Menggunakan alas kaki dan sarung tangan ketika melakukan kegiatan yang mengharuskan kontak langsung dengan tanah.

Sekarang, kamu sudah tahu cacingan memiliki dampak negatif bagi ibu hamil dan bayi yang dikandung. Karena kamu sudah tahu, jangan lupa minum obat cacing untuk ibu hamil sesuai dengan saran dokter.

Uncategorized

Atasi Nyeri Menstruasi dengan Obat Nyeri Otot Ini

Wajar bagi seorang wanita untuk merasakan pegal-pegal ketika menstruasi. Sering kali, pegal tersebut berubah menjadi nyeri otot yang tidak tertahankan. Kalau kamu sedang nyeri menstruasi, maka kamu perlu membaca artikel tentang obat nyeri otot ini.

Nyeri Otot Saat Menstruasi

Nyeri otot saat menstruasi biasanya tidak hanya terjadi di satu titik. Kamu bisa merasa nyeri di perut, punggung, pinggang, paha, bahu, dan leher.

Waktu terjadinya nyeri otot pun bisa berbeda-beda pada setiap perempuan. Ada perempuan yang merasa nyeri otot di hari pertama menstruasi. Namun, ada pula yang sudah merasakannya sebelum menstruasi.

Rasa sakit yang dialami remaja ketika menstruasi umumnya lebih parah daripada perempuan dewasa. Sebab semakin dewasa, apalagi setelah memiliki anak, nyeri menstruasi semakin jauh berkurang.

Penyebab Nyeri Otot Saat Menstruasi

Ketika kamu menstruasi, otot dinding rahim mengencang lebih kuat dari biasanya. Konstraksi yang dilakukan dinding rahim kemudian menekan pembuluh darah yang melapisi rahim. Hal itu mengakibatkan suplai darah dan oksigen ke rahim yang harusnya lancar jadi terpotong sementara. Kalau tidak ada oksigen, jaringan di rahim akan melepaskan bahan kimia yang bisa menyebabkan rasa sakit.

Selama menstruasi, bahan kimia lain yang bisa memicu rasa sakit juga diproduksi. Namanya prostaglandin. Hormon prostaglandin akan mendorong otot rahim untuk berkonstraksi lebih kencang. Semakin kencang konstraksi yang terjadi, semakin sakit nyeri yang kamu alami. Bahkan untuk beberapa wanita, hormon prostaglandin juga bisa menyebabkan rasa mual.

Obat Nyeri Otot Saat Menstruasi

Ada beberapa pilihan cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi nyeri saat menstruasi. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat nyeri otot dan sendi.

Obat nyeri otot yang dapat kamu gunakan bisa berupa obat pereda nyeri, misalnya ibuprofen. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat nyeri otot di apotik berupa salep pereda nyeri otot dan sendi. Salep yang mengandung analgesik itu bisa kamu oleskan ke tempat yang terasa nyeri.

Selain minum obat dan mengoleskan salep anti nyeri, kamu juga bisa menggunakan heating pad. Heating pad adalah bantalan hangat yang bisa meredakan nyeri otot. Heating pad saat ini tersedia di minimarket dan supermarket, tetapi jika kamu tidak punya, kamu bisa menggunakan botol berisi air panas untuk meredakan nyeri.

Cara mengatasi nyeri otot tidak berhenti sampai di situ saja. Ini cara lain yang bisa kamu lakukan untuk meredakan nyeri otot:

  1. Tidak melakukan aktivitas berlebihan

Supaya nyeri otot yang kamu alami tidak bertambah parah, sebaiknya kamu tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Tunggu sampai nyeri otot benar-benar hilang sebelum kamu melakukan aktivitas berat.

  1. Istirahat

Bagian tubuh mana yang terasa sakit? Jika otot pahamu terasa nyeri ketika menstruasi, beristirahatlah. Sebaiknya kamu tidak banyak berjalan.

Jika otot punggungmu yang terasa nyeri, sebaiknya kamu tidak berdiri atau duduk terlalu lama. Kalau pekerjaanmu mengharuskan kamu berdiri atau duduk dalam waktu yang lama, jangan lupa istirahat di sela-sela waktu kerja.

  1. Rileksasi

Rileksasi seperti yoga dan meditasi juga bisa jadi pilihan yang bagus untuk meredakan nyeri otot. Yoga dan meditasi akan melepaskan ketegangan tubuhmu sehingga rasa sakit akan berkurang.Itulah dia berbagai obat nyeri otot yang bisa kamu pilih ketika menstruasi. Mulai saat ini, kamu tidak akan perlu bingung lagi ketika merasakan nyeri otot saat haid. Sebab, kamu sudah tahu obatnya.

Kesehatan Reproduksi

Jangan Ditahan! Ini 5 Akibat Menahan Kencing

Pernahkah kamu harus buang air kecil saat sedang berada di tempat umum? Saat kamu tiba di kamar kecil, kamu langsung mengurungkan niat kencing karena kondisi toilet yang tak sesuai keinginanmu. Alhasil, kamu jadi menahan pipis selama berada di luar rumah.

Menahan kencing itu boleh dilakukan, tetapi hanya jika kamu terpaksa. Sebaiknya, kamu tidak boleh menahan pipis terlalu lama dan terlalu sering. Mengapa begitu? Apa alasannya? Inilah 3 akibat menahan kencing yang perlu kamu tahu.

  1. Meningkatkan risiko terkena ISK

ISK adalah kependekan dari infeksi saluran kemih yang terjadi karena bakteri. Orang yang terkena ISK memiliki gejala yang khas. Gejalanya yaitu ingin buang air kecil terus-menerus tanpa henti, mengeluarkan urin yang berwarna keruh, berbau menyengat, dan terkandang mengandung darah, merasa sakit seakan terbakar ketika buang air kecil, hingga merasa nyeri pada panggul.

Menahan kencing tidak langsung menyebabkan ISK. Namun, menahan diri untuk mengeluarkan urin bisa meningkatkan peluang bakteri tinggal dan menetap dalam kandung kemih. Akibatnya, kamu bisa menderita ISK.

Dibanding pria, akibat menahan kencing bagi wanita lebih besar karena wanita hamil berisiko terkena ISK. Karena itulah, sebaiknya ibu hamil tidak menahan kencing. Minum air yang cukup juga disarankan agar kandung kemih cukup penuh dan dapat mengirim sinyal untuk buang air kecil.

  1. Meningkatkan risiko terkena gagal ginjal

Ginjal merupakan organ tubuh yang bertugas menyaring darah dari sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh. Sisa metabolisme tersebut kemudian dikeluarkan bersama dengan urin.

Kalau kamu tidak mengeluarkan urin, fungsi ginjal jadi terganggu. Orang yang memiliki kandungan mineral tinggi dalam urinnya bisa mengalami batu ginjal jika terlalu lama menahan kencing. Dalam jangka panjang, batu ginjal bisa menyebabkan kegagalan ginjal. Risiko terkena gagal ginjal akan semakin besar jika kamu memiliki beberapa kondisi berikut:

  • Pembesaran prostat yang bisa menyebabkan sulit buang air kecil.
  • Kandung kemih neurogenik, yaitu kondisi terganggunya sistem saraf yang menyebabkan otak tidak dapat mengontrol kandung kemih.
  • Gangguan ginjal
  • Retensi urin, yaitu kondisi ketika kandung kemih tidak bisa sepenuhnya kosong setelah buang air kecil.
  1. Meningkatkan risiko kandung kemih robek

Pada kasus yang sangat parah, akibat menahan kencing terlalu lama adalah kandung kemih robek. Jika kamu menahan pipis, kandung kemih akan menyimpan terlalu banyak urin. Hal itu bisa menyebabkan tekanan menumpuk di kandung kemih sehingga robek.

  1. Muncul rasa sakit ketika buang air kecil

Terlalu sering menghindar dari buang air kecil bisa menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman di kandung kemih atau ginjal. Akibatnya, kamu bisa kesakitan ketika mengeluarkan urin. Bahkan setelah kencing, kamu juga bisa merasakan kram panggul karena otot-otot yang mengepal setelah urin dikeluarkan.

  1. Urin tidak bisa keluar secara normal

Akibat menahan kencing yang terakhir adalah urin tidak bisa keluar secara normal. Hal ini bisa terjadi karena kandung kemih meregang sehingga sulit atau tidak bisa berkontraksi. Padahal, normalnya kandung kemih meregang ketika ada urin dan kembali ke bentuk awal ketika kencing.

Jika kandung kemih meregang terlalu parah, dokter akan mempertimbangkan penggunaan kateter.

Di sisi lain, menahan kencing juga bisa menyebabkan urin keluar terlalu sering. Penyakit akibat menahan kencing ini dinamakan inkontinensia urin. Inkontinensia dapat terjadi karena otot-otot dasar panggul yang melemah. Jika kamu mengalaminya, kamu akan merasa selalu ingin ke toilet, bahkan kamu bisa buang air kecil tanpa sadar ketika bersin atau batuk.

Daripada mendapatkan akibat menahan kencing, lebih baik kamu buang air kecil secara rutin. Urologis menyarankan, buang air kecil sebaiknya dilakukan setiap tiga jam. Bahkan meskipun kamu tidak ingin pipis, sebaiknya kamu tetap ke toilet.Kandung kemih yang sehat mengandung sekitar 400 hingga 500 mililiter urin. Sebelum kandung kemihmu terlalu penuh, lebih baik buang air kecil pada waktu yang telah ditentukan untuk menghindari penyakit akibat menahan kencing.

pembersih kewanitaan yang aman untuk wanita yang belum menikah
Kesehatan Reproduksi

Inilah Pembersih Kewanitaan yang Aman untuk Wanita yang Belum Menikah

Kewanitaan adalah bagian intim yang kebersihannya harus tetap terjaga. Mungkin kamu kebingungan tentang bagaimana membersihkannya. Berikut merupakan pembersih kewanitaan yang aman untuk wanita yang belum menikah!

Apakah Perlu Mencuci Kewanitaan?

Sebenarnya, apakah mencuci kewanitaan adalah sebuah keharusan? Jawabannya bisa ya dan juga tidak. Ya, jika yang kamu maksud adalah membersihkan vulva dan tidak, jika yang kamu maksud adalah membersihkan vagina.

Berdasarkan anatomi dasar, vagina merupakan saluran bagian dalam di dalam tubuhmu, sedangka vulva mengacu pada bagian luar di sekitar vagina, seperti tudung klitoris dan bibir vagina.

Jadi, kamu hanya harus membersihkan vulva karena vagina bisa membersihkan dirinya sendiri dengan menjaga keseimbangan pH yang benar dan membersihkan dirinya sendiri dengan sekresi alami.

Jika kamu membersihkan atau mencuci vagina, maka bisa mengganggu keseimbangan bakteri yang menjaga pH vagina. Jadi, jika ingin vagina bersih, biarkan saja dirinya membersihkan secara individu.

Cara Membersihkan Vulva

Kamu perlu membersihkan vulva dengan mencucinya menggunakan air hangat. Jika perlu, kamu bisa menggunakan sabun lembut yang tidak mengiritasi kulit. Saat mencuci, pastikan hindari air atau sabun masuk ke dalam vagina.

Cara mencuci vulva, yaitu rentangkan bibir vagina dan bersihkan dengan lembut pada sekitar lipatan, bisa menggunakan lap bersih atau tanganmu. Selain mencuci vulva, kamu juga harus mencuci anus dan area antara vulva dan anus setiap hari.

Arah mencuci sekitaran vulva dan anus adalah dimulai dari depan terlebih dahulu, dengan kata lain cuci dulu bagian vulva, kemudian anus. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran bakteri dari anus menuju vagina yang bisa menyebabkan infeksi.

Pilih Produk yang Tidak Mengandung 7 Bahan Ini!

Untuk memilih produk pembersih kewanitaan yang aman untuk wanita yang belum menikah, kamu harus memastikan bahwa ingredients pada kemasannya tidak mengandung 7 bahan ini:

  • Sabun: Tidak ramah pH untuk area vulva serta menyebabkan kekeringan dan iritasi.
  • Sulfat: Bertindak sebagai deterjen dan bahan pembusa, sehingga bisa mengiritasi kulit terutama kulit vulva yang halus.
  • Paraben: Biasa digunakan sebagai pengawet buatan dalam kosmetik dan produk perawatan tubuh. Paraben bisa menyebabkan iritasi kulit dan dermatitis kontak pada individu dengan kulit sensitif.
  • Parfum: Biasanya mengandung ratusan bahan kimia. Bahan kimia ini bisa menyebabkan iritasi kulit yang parah dan dapat mengubah pH vulva dan are vagina yang membuat wanita lebih mudah terserang infeksi.
  • Pengawet seperti formaldehida: Bisa mengiritasi area vulva yang halus.
  • Gliserin: Produk gula yang bisa meningkatkan produksi jamur dan membuatmu rentan terhadap infeksi jamur.
  • Pewarna: Bisa mengiritasi kulit vulva yang halus.

Hal Penting Lainnya untuk Menjaga Kebersihan Kewanitaan

Hal penting yang harus kamu ketahui tentang bagaima cara menjaga kebersihan kewanitaan adalah sebagai berikut:

  • Setelah menggunakan toilet, bersihkan area kewanitaan dengan mengusapnya dari arah depan ke belakang.
  • Selalu buang air kecil setelah melakukan seks.
  • Pilih produk pembersih kewanitaan dengan bijak dan tidak mengandung 7 bahan yang telah dijelaskan pada uraian di atas.
  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun.
  • Ganti pakaian dalam yang berkeringat atau basah secepatnya.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang pembersih kewanitaan yang aman untuk wanita yang belum menikah. Dengan membaca ini, setidaknya kamu sudah tahu kan teknik yang benar dalam membersihkan area kewanitaan khususnya pada bagian vulva?

memilih pembalut yang aman dan nyaman untuk wanita
Pembalut Wanita

5 Tips Memilih Pembalut yang Aman dan Nyaman

Bagi sebagian wanita, memilih produk pembalut yang aman dan nyaman dapat menjadi suatu PR tersendiri ketika dihadapkan oleh berbagai pilihan merek yang ada di rak toko ataupun supermarket.

Terlalu banyaknya pilihan produk tersebut mungkin membuat kamu kebingungan dan tidak tahu harus memilih produk yang mana. Namun, kini kamu tidak perlu khawatir. Berikut kami sajikan beberapa tips mendasar yang dapat kamu terapkan ketika akan memilih merek pembalut yang aman.

1. Daya Serap yang Baik

Salah satu hal yang dapat kamu pertimbangkan ketika akan memilih produk pembalut adalah pilihlah pembalut yang menawarkan kelebihan daya serap yang baik. Produk yang baik akan segera menyerap darah dan menguncinya di inti tengah dengan sangat baik. Penyerapan yang baik ini akan berguna untuk mencegah terjadinya infeksi dan iritasi kulit.

Apabila darah tidak terserap dengan baik, maka kelembapan di area pribadi akan meningkat. Kemudian, hal ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada dirimu dan bahkan akan berisiko membuat kulit teriritasi.

2. Ukuran yang Sesuai

Agar terhindar dari kebocoran atau perembesan, kamu perlu untuk memilih produk pembalut dengan ukuran yang sesuai. Pembalut yang aman akan dapat melindungimu dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebocoran. Pilihlah pembalut dengan ukuran yang sesuai dengan volume haid pada hari tertentu.

Kamu dapat menggunakan pembalut dengan ukuran yang lebih panjang dan besar saat siklus haid hari pertama sampai dengan hari keempat. Kemudian, apabila volume darah sudah mulai berkurang, kamu dapat menggunakan pembalut dengan ukuran yang lebih kecil agar membuatmu nyaman beraktivitas.

3. Bahan yang Aman

Ketika akan memilih produk pembalut yang aman, kamu perlu memastikan terlebih dahulu bahan atau komposisi dasar dari produk tersebut. Produk pembalut yang baik adalah produk yang bisa membuat kulitmu bernapas dengan baik, sehingga membuatmu merasa nyaman untuk terus melanjutkan aktivitas.

Pada umumnya, pembalut yang baik terbuat dari serat bambu, kapas, ataupun serat jagung yang sudah diproses dengan sangat baik. Selain membuatmu nyaman, bahan-bahan tersebut juga dinilai lebih ramah lingkungan karena cepat terurai.

4. Produk Pembalut Organik

Beberapa merek yang melabeli produk pembalutnya merupakan produk organik dapat kamu pertimbangkan untuk dijadikan pilihan ketika hendak membeli pembalut yang aman. Pembalut organik dinilai lebih aman untuk tubuh dan membuat penggunanya nyaman, karena bahan dasarnya yang natural atau organik.

Kamu dapat memperoleh produk pembalut ini di berbagai toko atau supermarket yang ada di sekitar tempat tinggalmu. Apabila kamu mengalami kesulitan untuk menemukan satu pembalut organik yang cocok dan aman buatmu, kamu dapat membeli produk organik tersebut melalui marketplace atau toko online lainnya.

5. Pembalut yang Fragrance Free

Pewangi biasanya menjadi salah satu penyebab iritasi kulit terbesar. Bagi beberapa pemilik kulit sensitif, pewangi (fragrance) dapat menjadi musuh terbesar ketika memilih suatu produk yang berkaitan langsung dengan kulit, seperti produk skincare, makeup, hingga produk-produk pembalut.

Oleh karena itu, disarankan bagi wanita untuk memilih produk pembalut yang tidak mengandung bahan pewangi. Hal ini bertujuan untuk menekan risiko terjadinya iritasi pada kulit pada saat siklus haid.

Lima tips tersebut dapat kamu terapkan ketika akan memilih produk pembalut yang aman, nyaman, dan berkualitas untuk kamu. Lakukan riset sebanyak mungkin agar pengetahuan atau informasimu mengenai pembalut yang nyaman dan aman semakin bertambah.

Uncategorized

Tanda Gagal Jantung PPCM yang Dialami Ibu Hamil

Ibu hamil maupun ibu yang telah melahirkan sangat rentan dengan berbagai penyakit seperti PPCM. PPCM adalah jenis penyakit yang menyerang jantung ibu. Meskipun penyakit PPCM tergolong jarang terjadi, namun penyakit ini masih menjadi momok bagi kaum ibu.

Oleh karena itu, jika kamu berencana untuk hamil atau sedang hamil alangkah baik kamu mengenal apa itu PPCM dan bagaimana cara mengatasi PPCM. Simak tulisan di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai PPCM.

Apa itu PPCM?

PPCM atau Peripartum Cardiomyophaty adalah salah satu jenis tanda gagal jantung yang sangat jarang terjadi atau langka. Umumnya penyakit ini terjadi pada Ibu hamil atau yang telah melahirkan. Gagal jantung jenis ini menyerang di bulan terakhir kehamilan atau 5 bulan setelah melahirkan.

PPCM merupakan bentuk kardiomiopati dilatasi yang tidak jelas penyebab pelemahan jantung. Ruang pada jantung mengalami pembesaran dan otot jantung melemah sehingga aktivitas ini mempengaruhi jumlah aliran darah yang terpompa. Aliran darah yang disumbang dari ventrikel kiri jantung setiap kontraksi terjadi penurunan yang kemudian kebutuhan oksigen dalam tubuh tidak tercukupi.

Jika kebutuhan oksigen tersebut tidak tercapai dengan baik maka akan terjadi berbagai risiko pada  organ-organ tubuh seperti liver, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya. Menurut riset, berikut adalah daftar risiko penyebab peripartum cardiomyopathy:

·         Obesitas

·         Malnutrisi

·         Konsumsi alcohol

·         Kehamilan multiple

·         Merokok

·         Penggunaan obat-obatan

·         Peradangan otot jantung

·         Hamil di usia 30 tahun dan ke atas

·         Gangguan hormonal

·         Penderita diabetes

·         Penderita penyakit autoimun

Kehamilan dengan peripartum cardiomyopathy

Wanita hamil berusia 30 tahun ke atas akan mengalami risiko paling besar terkena PPCM daripada wanita berusia di bawah 30 tahun. Kondisi ini juga dikarenakan pengalaman persalinan yang telah dilalui sebanyak tiga kali maupun melahirkan bayi kembar.

Meskipun sulit dideteksi, PPCM biasa menunjukkan gejala saat memasuki minggu pertama setelah persalinan. Selain itu, penyakit gagal jantung ini juga biasa terjadi pada ibu hamil yang sedang melakukan terapi tokolitik yang termasuk dari bagian terapi persalinan premature.

Gejala peripartum cardiomyopathy

Kamu jangan terlalu panik, penyakit tersebut bisa diatasi jika kamu memahami gejala-gejala PPCM. Lantas apa saja gejala peripartum cardiomyopathy? Berikut adalah penjelasannya.

·         Jantung berdebar kencang tidak seperti biasa

·         Detak jantung tidak teratur

·         Kelelahan yang teramat

·         Sesak napas saat berbaring maupun berkegiatan

·         Pergelangan kaki mengalami pembengkakan

·         Mengalami peningkatan buang air kecil saat malam hari

·         Nyeri dada

·         Vena leher mengalami pembengkakan

·         Tekanan darah rendah

Selain itu, menurut New York Heart Association, terdapat beberapa tingkat keparahan gejala PPCM, yaitu:

·         Kelas I – Tidak menunjukkan gejala apapun

·         Kelas II – Gejala ringan saat melakukan aktivitas berat

·         Kelas III – Gejala muncul saat melakukan kegiatan ringan

·         Kelas IV – Gejala muncul saat ibu sedang beristirahat

Untuk mengerti penanganan PPCM lebih lanjut, kamu bisa memeriksakan diri kepada dokter agar diberikan solusi terbaik.

cara menghilangkan milia
Uncategorized

Inilah Deretan Cara Menghilangkan Millia

Kata Millia masih terdengar asing bagi banyak orang, padahal penyakit ini bisa menimpa siapapun seperti bayi yang baru lahir maupun orang dewasa. Millia tampak seperti beruntusan berwarna putih yang muncul di permukaan kulit wajah.

Namun, kamu tidak perlu khawatir apabila terkena millia karena penyakit ini tidak membahayakan. Nah, bagaimana cara menghilangkan millia? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Mengenal penyakit millia

Millia adalah penyakit berbentuk benjolan kecil atau bintik-bintik berwarna putih yang muncul secara berkelompok di permukaan kulit wajah, seperti di sekitar mata, pipi, dagu, dan hidung.

Miliia terjadi akibat adanya kelenjar keringat dalam kulit yang menjerat keratin. Umumnya terjadi pada kulit bayi yang baru lahir sekitar sebulan maupun kulit orang-orang yang terpengaruhi oleh paparan sinar UV. Penyakit ini akan hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.

Faktor-faktor penyebab millia

Setelah kamu mengenal apa itu millia, ada beberapa hal yang kamu perlu ketahui penyebab terjadinya millia sebelum menerapkan cara menghilangkan millia, yaitu:

  •  Sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit
  •  Kelenjar keringat belum berkembang sepenuhnya
  •  Hormon dari ibu
  •  Lepuhan pada kulit
  •  Kulit lecet
  •  Luka bakar pada kulit
  •  Penggunaan krim steroid terlalu lama
  •  Kerusakan kulit karena paparan sinar UV

Ciri-ciri millia

Ada beberapa ciri milia yang mudah kamu temui sebagai berikut:

  • Bintik-bintik kecil berwarna putih
  • Biasa berada di permukaan wajah
  • Benjolan muncul di dagu, pipi, dan hidung
  • Benjolan putih juga bisa muncul di gusi atau langit-langit mulut

Apakah millia berbahaya?

Penyakit yang terdengar asing ini mungkin membuatmu bertanya-tanya, apakah millia berbahaya? Jawabannya adalah tidak. Oleh karena itu, kamu tidak perlu khawatir jika kamu mengalami benjolan atau bintik-bintik putih yang muncul pada permukaan kulitmu. Penyakit ini bisa hilang sendiri tanpa menggunakan obat-obatan maupun diperiksakan ke dokter.

Namun, jika kamu khawatir dengan kondisi tersebut yang terus menerus muncul dan memberikan efek lainnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Cara menghilangkan millia

Jika kamu risih dengan benjolan atau bintik-bintik yang kerap muncul di kulitmu, kamu bisa mempraktekkan beberapa solusi untuk menghilangkan millia. Berikut adalah sejumlah cara menghilangkan millia:

1. Melakukan facial dengan dokter kulit

Facial wajah biasa dikenal sebagai salah satu perawatan kecantikan, namun siapa sangka jika facial wajah juga bisa menjadi solusi kamu untuk menghilangkan millia. Lakukan facial wajah di klinik kecantikan yang menyediakan dokter maupun terapis bersertifikasi agar lebih aman.

2. Jangan menyentuh benjolan

Seperti jerawat, benjolan millia juga tidak boleh disentuh. Hal ini diakibatkan karena dapat memunculkan benjolan-benjolan baru di permukaan kulit dan membuat bekas benjolan tersebut tidak hilang. Oleh karena itu, jangan sampai kamu menyentuh benjolan tersebut.

3. Gunakan krim retinoid

Krim retinoid merupakan krim obat yang mengandung vitamin A bertujuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan merawat kecantikan. Menggunakan krim tersebut merupakan salah satu cara menghilangkan millia. Cara kerja krim ini adalah mengelupaskan sel-sel kulit mati yang menumpuk sehingga membantu mencegah terjadinya sumbatan keratin di bawah permukaan kulit.

4. Rutin cuci muka

Kamu juga bisa melakukan perawatan mandiri agar millia bisa hilang. Dengan cara merutinkan membersihkan wajah dengan sabun muka dan menggunakan skincare yang sesuai dengan jenis kulit. Rutin cuci muka bisa membersihkan kulit wajah dari debu dan kotoran yang memicu munculnya millia.

5. Menggunakan sunscreen

Sunscreen sangat penting bagi kamu yang sering melakukan aktivitas di luar rumah. Selain melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, sunscreen juga bisa mencegah timbulnya millia. Tentunya sangat tidak nyaman jika millia muncul saat kamu beraktivitas di luar rumah dan bertemu dengan banyak orang.

Meski penyakit ini tidak berbahaya, namun bagi sebagian orang millia menimbulkan masalah estetika. Oleh karena itu sayangi wajahmu dengan melakukan perawatan rutin agar millia maupun jenis penyakit kulit lainnya tidak merusak kulit indahmu.

Dari penjelasan di atas kamu telah memahami cara menghilangkan millia, bukan? Kamu bisa terapkan berbagai cara menghilangkan millia baik di rumah maupun di klinik kecantikan.